Cinta dan cita-cita, dua-duanya kandas. Begitulah work-life Lana yang ternyata tidak balance. Tak sanggup menahan patah hati, Lanamemilih mengundurkan diri dari kantornya. Padahal, bekerja sebagai editor di kantor penerbit kenamaan ibu kota tersebut adalah impiannya. Untungnya, ia segera mendapat pekerjaan di penerbit lokal. Meski gajinya tak sebesar dulu, tak apalah karena dekatrumah orangtuan…
Mereka sudah tidak percaya pada kekuatan keindahan. Mereka jauh lebih percaya pada perhitungan logika—entah apa sebenarnya pemahaman mereka tentang logika. Semua unsur kehidupan didasarkan pada untung-rugi secara sempit. Mereka lebih percaya pada skala penjualan. Mereka bukan lagi pengikut para nabi, meskipun dari mulut mereka membusa ayat-ayat Tuhan; mereka menyembah uang yang menurut mereka…
Di masa depan, perpustakaan tak ubahnya pekuburan prahistoris. Di sanalah kita bertemu dengan seorang gadis, dan sebelas buku yang menceritakan sejarah dengan cara masing-masing. Cerita dalam buku-buku itu sering terasa ganjil, kadang terasa begitu asing, kadang pula sebaliknya: terasa dekat, seperti kita tahu tentang apa sebetulnya cerita-cerita itu. Setiap buku menyajikan cerita yang sepenuhn…
Buku ini dipersembahkan penulis untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal pahit dari itu. Saya pernah ada di posi…
Manusia senantiasa menginginkan jalan yang mulus, lurus, tidak ada aral melintang, tanpa menyadari dunia yang nisbi. Takdir itulah yang menjagal sifat kesementaraan dari dunia yang dipahami manusia, telah memutus kesenangannya. Manusia tak ingin takdir datang terlalu cepat. Musibah, kematian, bencana alam, peperangan, kelaparan, kekeringan yang seolah berada di luar jangkauan manusia untuk meng…
Dari beberapa kisah-kisah drama dalam buku ini, satu diantaranya adalah lakon Perempuan-Perempuan Chairil yang membawa kita pada kisah cinta Chairil Anwar dan perempuan-perempuan dalam hidupnya. Sisi romantis dan kisah getir percintaan penyair yang kerap disebut sebagai Binatang Jalang itu teryata juga merefleksikan pergulatan kepenyairnya.
Malam menyimpan berbagai mesteri didalamnya. Banyak dari kita menganggap bahwa malam itu hanyalah waktu dimana kita bisa beristirahat dari kegiatan sehari-hari kita. Ada juga yang beranggapan bahwa malam adalah waktu yang tepat untuk makhluk halus keluar dan menganggu manusia.
Membus batas dan sekumpulan naskah drama anak bangsa merupakan kumpulan naskah film pendek yang ditulis oleh anak-anak SMP 1 Banguntapan. Kumpulan karya ini sendiri merupakan hasil lomba dalam rangka peringatan Bulan Bahasa sekaligus mengisi waktu luang di masa Pandemi Covid 19.
Masih terbekas di neuron neuron kepala ku, perjalanan hidupku yang dulu dan sekarang. Namun inilah diriku, Bagus Kusnianto. Seorang laki-laki kelahiran Jogja tahun 80an, yang tiga bersaudara dengan semua kakak laki-lakiku. Hidup yang kujalani dulu memanglah begitu, bukannya aku mendratiskan kehidupanku seperti sinetron televisi hitam putih yang dulu sering ku tonton di rumah tetangga sebelah de…
Tak ada yang bisa dilakukan. Apa yang sedang terjadi ini bersifat universal dan berada di luar jangkauan pengetahuan atau kendali manusia. Itu adalah kematian bagi yang muda dan tua, bagi yang lemah dan kuat, bagi yang kaya dan miskin, tanpa ada celah atau peluang untuk melarikan diri.
Hai, aku Vania, kadang aku biasa dipanggil Cuplis. Orang-orang mengenalku sebagai seorang anak yang hidup dalam keluarga yang begitu hangat dan cemara. Cemara? Ya, mereka bilang hidupku sempurna dan begitu dipenuhi warna di dalamnya. Namun, nyatanya semua yang mereka lihat tak pernah seindah itu. Banyak kisah yang akhirnya justru kusimpan sendirian. Khususnya, tentang aku dan keluargaku. Kada…
Perhitungan aneh di penginapan yang menjadi judul buku kumpulan cerita pendek ini adalah satu cerita pendek yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek karya Johann Peter Hebel dengan judul Schatzkastlein des Rheinischen Hausfreundes (peti harta karun teman keluarga rhenish) yang diterbitkan oleh Cotta di Tubingen pada tahun 1811