Cinta dan cita-cita, dua-duanya kandas. Begitulah work-life Lana yang ternyata tidak balance. Tak sanggup menahan patah hati, Lanamemilih mengundurkan diri dari kantornya. Padahal, bekerja sebagai editor di kantor penerbit kenamaan ibu kota tersebut adalah impiannya. Untungnya, ia segera mendapat pekerjaan di penerbit lokal. Meski gajinya tak sebesar dulu, tak apalah karena dekatrumah orangtuanā¦