Tidak ada yang lebih diinginkan Hanan Ardinata selain segera menyelesaikan program intersip di Atambua. Terlbih adanya Resti Karenina, gadis super cerewet yang membantunya dan terkadang menyuruh melakukan hal-hal yang sangat membosankan. Tapi senyum Resti membuat Hanan bertanya-tanya, bagaimana ia bisa berpikir pemilik senyum pelangi itu sangatlah membosankan.