Mereka sudah tidak percaya pada kekuatan keindahan. Mereka jauh lebih percaya pada perhitungan logika—entah apa sebenarnya pemahaman mereka tentang logika. Semua unsur kehidupan didasarkan pada untung-rugi secara sempit. Mereka lebih percaya pada skala penjualan. Mereka bukan lagi pengikut para nabi, meskipun dari mulut mereka membusa ayat-ayat Tuhan; mereka menyembah uang yang menurut mereka…